BMW Kejar Regulasi Kendaraan Listrik di Indonesia

Diposting pada

Bicara soal kendaraan listrik di Indonesia, BMW Group Indonesia menjadi pabrikan yang paling aktif berkomunikasi dengan pemerintah untuk bisa segera mewujudkan pasar dan ekosistem untuk kendaraan listrik, selain memasarkan produk kendaraan listrik itu sendiri.

BMW meluncurkan i8 sebagai mobil plug-in hybrid pertama yang resmi dipasarkan di Indonesia, meski belum memiliki dukungan infrastruktur dan insentif pajak dari pemerintah Indonesia. Kedua hal tersebut berusaha direalisasi oleh BMW dengan membujuk pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Setahun terakhir BMW telah aktif berdiskusi dengan Kemenperin seputar kendaraan listrik, salah satunya dalam perancangan roadmap untuk LCEP (Low Carbon Emission Program). Kemudian BMW juga telah berusaha menggandeng sejumlah stakeholder untuk komunikasikan manfaat dari kendaraan listrik.

Mobil-BMW

“Jadi stakeholder yang kita sasar, juga itu semua bukan hanya satu saja, tapi juga kita ke arah goverment, ke arah pemerintah, jadi untuk pemerintah sendiri kita melakukan komunikasi yang konsisten untuk menjelaskan manfaat untuk Indonesia untuk kita semua, jadi bukan hanya untuk brand BMW saja tapi juga manfaatnya untuk pelanggan,” kata Vice President Corporate Communication BMW Group Indonesia, Jodie O’tania.

“Dan selain itu juga kita mencoba untuk meyakinkan dealer principal, jadi untuk memberikan investasi seputar brand BMW i, karena seperti yang tadi saya presentasikan aftersales, layanan pendukung untuk BMW i itu sangat penting dan krusial untuk akhirnya kendaraan listrik itu diterima di Indonesia.”

i8

Aktivitas pabrikan Jerman ini untuk kendaraan listrik ditunjukkan pula dengan ikut dalam grup diskusi (FGD (Focus Discussion Group), yang kemudian direspons oleh Kemenperin agresif komunikasikan hal ini.

“Kita juga terlibat dalam diskusi yang kita sebut roadmap discussion dengan Kementerian Perindustrian, ada FGD saat itu dan kita juga merupakan salah satu pembicara untuk berbagi seputar kendaraan listrik,” tambah Jodie saat gelar BMW Electric Vehicle Workshop bersama media.

“Jadi BMW sudah sangat terlibat di dalam program tersebut dan BMW juga sangat menghargai apa yang akan dilakukan Kementerian Perindustrian, karena mereka juga cukup agresif untuk mengkomunikasikan seputar kendaraan listrik.”

Mobil

Berharap Insentif Pajak

Akhirnya, salah satu tujuan aktifnya BMW soal kendaraan listrik bersama pemerintah adalah agar kendaraan listrik mendapat insentif pajak karena rendahnya emisi membantu menjaga lingkungan tetap hijau.

Pasalnya dengan tidak ada regulasi, sulit bagi kendaraan listrik di Indonesia untuk bisa dipasarkan, terutama karena pajak yang sangat tinggi. Alhasil, banderol harga mobil listirk menjadi semakin mahal.

BMW

“Kalau kita bicara mengenai pajak, dari BMW untuk kendaraan yang memang zero emmision kita menginginkan pajak 0 persen, itu pasti dari BMW seperti itu. Tapi kita juga harus melihat benefitnya harus ‘win-win’, brand, penyedia kendaraan dengan Indonesia juga harus win-win solution,” kata Jodie.

“Jadi saat inipun masih dalam tahap diskusi tapi kita juga terus berikan edukasi, kemudian manfaat lainnya apa sih yang bisa diterima selain dari monetary benefit.”

Charger

Seperti contoh, untuk mobil hybrid yang juga memanfaatkan tenaga listrik, pemerintah saat ini menetapkan pajak sebagai mobil dengan dua mesin penggerak. Alhasil meski menghasilkan emisi rendah, harga mobil hybrid atau listrik menajdi jauh lebih mahal dibandingkan versi konvensionalnya.

Dikutip dari Dapurpacu.com

Gambar Gravatar
Semua akan indah pada waktunya.